PLN Siapkan 110 Proyek Geotermal untuk Energi Bersih

PLN
PLN
Ilustrasi. Foto: PLN Siapkan 110 Proyek Geotermal Kejar Kapasitas 7,9 GW pada 2033

JAKARTA, BENGKULU TERKINI – PT PLN (Persero) menyiapkan langkah ekspansi masif dengan merancang pengembangan 110 proyek panas bumi (geotermal) di berbagai wilayah Indonesia guna mengejar target kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mencapai 7,9 Gigawatt (GW) pada tahun 2033 pada Jumat (21/8/2026). Inisiatif strategis ini menjadi tonggak utama dalam peta jalan transisi energi bersih perseroan menuju target Net Zero Emission (NZE) nasional.

Percepatan 110 proyek geotermal ini merupakan bagian dari komitmen penyediaan listrik hijau yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Karakteristik energi panas bumi yang mampu memproduksi listrik secara konstan tanpa terpengaruh faktor cuaca (non-intermittent) menjadikannya pilar paling ideal untuk menggantikan peran pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara sebagai penopang beban dasar kelistrikan nasional.

Peta Jalan 110 Proyek Geotermal dan Target Kapasitas 7,9 GW

Program akselerasi 110 proyek panas bumi ini dirancang secara bertahap hingga tahun 2033 dengan mencakup kombinasi proyek baru (greenfield) maupun perluasan kapasitas pada wilayah kerja yang sudah beroperasi (brownfield). PLN menargetkan lompatan kapasitas terpasang panas bumi nasional yang signifikan dalam satu dekade ke depan.

Sebaran proyek PLTP tersebut mencakup wilayah-wilayah dengan potensi reservoir vulkanik melimpah, seperti Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

Pengembangan portofolio panas bumi berskala besar ini diproyeksikan mampu mendongkrak porsi bauran energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan terpadu nasional secara signifikan.

Keunggulan Panas Bumi sebagai Penopang Beban Dasar (Clean Baseload)

Di tengah dorongan dekarbonisasi industri energi, panas bumi menempati posisi strategis dibandingkan sumber EBT lainnya seperti tenaga surya atau angin. PLTP memiliki faktor kapasitas (capacity factor) yang sangat tinggi, umumnya melampaui 90 persen, sehingga mampu beroperasi stabil selama 24 jam penuh sepanjang tahun.

Keandalan pasokan listrik panas bumi menjadikannya solusi andalan untuk menjaga keandalan sistem interkoneksi kelistrikan tanpa risiko pemadaman akibat fluktuasi cuaca.

Pemanfaatan uap bumi ramah lingkungan ini secara langsung memangkas jutaan ton emisi karbon dioksida per tahun yang sebelumnya dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil.

Skema Kemitraan Global dan Mitigasi Risiko Eksplorasi

Guna mengeksekusi 110 proyek panas bumi tersebut, PLN membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi investor dan pengembang independen (IPP) bereputasi global. Kemitraan ini mencakup penyertaan modal bersama, transfer teknologi pengeboran mutakhir, serta pembagian risiko di tahap awal eksplorasi.

PLN mengoptimalkan skema kerja sama kajian bersama (joint study agreement) dan pendanaan campuran (blended finance) dengan menggandeng lembaga keuangan multilateral.

Langkah kolaboratif ini dirancang untuk meminimalkan beban modal investasi perseroan sekaligus menekan risiko pemboran eksplorasi (drilling risk) di lokasi-lokasi pegunungan terpencil.

Integrasi Green Super Grid dan Penyerapan Daya Antarpulau

Salah satu kunci sukses penyerapan daya dari 110 proyek geotermal adalah pembangunan jaringan transmisi hijau (green super grid). Mengingat banyak potensi reservoir panas bumi berada di luar pusat konsumsi listrik utama, PLN mempercepat proyek interkoneksi kabel bawah laut dan transmisi tegangan ekstra tinggi.

Jaringan transmisi hijau ini akan mengalirkan listrik bersih dari sentra-sentra PLTP di Sumatra dan wilayah lainnya langsung ke pusat beban industri dan perkotaan di Pulau Jawa.

Penerapan teknologi jaringan cerdas (smart grid) turut diimplementasikan guna mengoptimalkan distribusi daya secara otomatis, efisien, dan andal di seluruh sistem kelistrikan nusantara.

Inisiatif PT PLN (Persero) dalam menyiapkan 110 proyek geotermal menuju kapasitas 7,9 GW pada 2033 menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam memimpin transisi energi hijau di kawasan regional. Melalui kolaborasi investasi internasional, mitigasi risiko yang matang, serta pembangunan infrastruktur transmisi terpadu, kekayaan panas bumi nusantara siap dikonversi menjadi energi bersih yang menjamin kedaulatan dan keberlanjutan listrik nasional.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Bengkulu Terkini yang berfokus menyajikan konten berita yang informatif, menarik, dan terpercaya bagi pembaca digital di seluruh Indonesia.