Purbaya Ungkap Dampak Rupiah Tembus Rp17.500 pada APBN

Purbaya Ungkap Dampak Rupiah Tembus Rp17.500 pada APBN - BengkuluTerkini.com
Purbaya Ungkap Dampak Rupiah Tembus Rp17.500 pada APBN - BengkuluTerkini.com

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap potensi dampak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) apabila nilai tukar rupiah menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap tekanan global yang memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah hingga level tersebut dapat memberikan tekanan tambahan terhadap berbagai komponen dalam APBN, terutama yang berkaitan dengan pembayaran utang luar negeri, subsidi energi, dan impor barang strategis.

Kondisi nilai tukar yang melemah juga dinilai berpotensi meningkatkan beban fiskal pemerintah apabila berlangsung dalam jangka waktu panjang. Hal itu karena sebagian kebutuhan pembiayaan dan transaksi internasional masih bergantung pada mata uang dolar AS.

Selain berdampak terhadap APBN, pelemahan rupiah dapat memengaruhi daya beli masyarakat melalui kenaikan harga barang impor dan tekanan inflasi domestik. Sektor industri yang mengandalkan bahan baku impor juga dinilai akan menghadapi peningkatan biaya produksi.

Meski demikian, Purbaya menilai pemerintah dan otoritas keuangan masih memiliki instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi. Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter disebut menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan pasar global.

Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah memang bergerak fluktuatif seiring penguatan dolar AS dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Situasi geopolitik global juga ikut memengaruhi sentimen investor terhadap pasar negara berkembang.

Pengamat pasar menilai level Rp17.500 per dolar AS menjadi titik psikologis yang dapat memengaruhi kepercayaan pelaku pasar dan investor. Karena itu, langkah stabilisasi dari otoritas ekonomi diperkirakan akan menjadi perhatian utama apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.

Pemerintah sebelumnya menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan dan menjaga fundamental ekonomi nasional agar tetap stabil di tengah dinamika global yang masih berlangsung.

Website |  + posts