Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 5 Batam Tertunda Akibat Gangguan Pesawat

Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 5 Batam Tertunda Akibat Gangguan Pesawat - BengkuluTerkini.com
Keberangkatan Jemaah Haji Kloter 5 Batam Tertunda Akibat Gangguan Pesawat - BengkuluTerkini.com

JAKARTA — Keberangkatan jemaah haji Embarkasi Batam yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 5 mengalami penundaan sekitar 24 jam setelah pesawat milik Saudi Airlines mengalami gangguan teknis pada Senin (27/4/2026). Penundaan tersebut membuat ratusan calon jemaah harus menunggu jadwal penerbangan pengganti sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Kementerian Haji dan Umrah wilayah Kepulauan Riau menjelaskan bahwa masalah teknis ditemukan saat proses persiapan keberangkatan pesawat dilakukan di Bandara Hang Nadim Batam. Demi alasan keselamatan penerbangan, maskapai memutuskan untuk menunda keberangkatan hingga proses pemeriksaan dan perbaikan pesawat selesai dilakukan.

Pihak Kemenhaj Kepri menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama sehingga penerbangan tidak dapat dipaksakan berangkat apabila kondisi armada belum dinyatakan aman. Pemerintah bersama maskapai kemudian melakukan koordinasi untuk menyiapkan jadwal penerbangan baru bagi seluruh jemaah Kloter BTH 5 agar proses keberangkatan tetap berjalan lancar.

Selama masa penundaan, seluruh kebutuhan jemaah haji disebut tetap dipenuhi oleh pihak terkait. Akomodasi, konsumsi, serta layanan kesehatan bagi jemaah disiapkan di Asrama Haji Batam sambil menunggu kepastian jadwal keberangkatan pengganti dari maskapai penerbangan.

Petugas embarkasi juga terus melakukan pendampingan terhadap para calon jemaah, terutama lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus. Selain memastikan kondisi kesehatan tetap stabil, petugas turut memberikan penjelasan agar jemaah tetap tenang menghadapi perubahan jadwal keberangkatan tersebut.

Menurut keterangan Kemenhaj Kepri, penundaan keberangkatan tidak memengaruhi proses administrasi maupun status keberangkatan jemaah. Seluruh peserta Kloter BTH 5 dipastikan tetap akan diberangkatkan setelah pesawat pengganti atau armada yang telah diperiksa dinyatakan layak terbang.

Pemerintah juga meminta maskapai meningkatkan kesiapan teknis armada selama musim haji berlangsung mengingat tingginya intensitas penerbangan jemaah dari berbagai embarkasi di Indonesia. Evaluasi terhadap kesiapan operasional penerbangan dinilai penting agar gangguan serupa tidak kembali terjadi pada kloter berikutnya.

Musim haji 2026 sendiri menjadi salah satu periode dengan mobilitas jemaah yang sangat tinggi. Karena itu, koordinasi antara pemerintah, operator bandara, maskapai, dan petugas embarkasi terus diperkuat guna memastikan proses keberangkatan hingga pemulangan jemaah berjalan aman dan tertib. 

Tags: Jemaah Haji Batam; Kloter 5 BTH; Saudi Airlines; Kemenhaj Kepri; Embarkasi Batam

Website |  + posts