
PERURI Luncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) berkolaborasi dengan pemerintah, BUMN, industri, dan perguruan tinggi, resmi meluncurkan platform digital yang berfungsi untuk mendukung pengembangan industri dan talenta semikonduktor secara nasional yang bernama Sandbox Desain Chip Merah Putih.
Tujuan dari pembuatan platform ini untuk memperkuat keamanan nasional, kedaulatan digital, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi chip impor. Platform yang didesain berbasis web ini dapat diakses secara gratis dari kalangan mahasiswa, peneliti start up, hingga pelaku industri.
PERURI Hadirkan Ruang Uji Coba Desain Chip
Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) resmi meluncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih, sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung pengembangan kemampuan desain semikonduktor di Indonesia. Melalui platform ini, pengguna dapat mempelajari, menguji, hingga membuat rancangan awal chip secara daring tanpa dipungut biaya.
Direktur Utama PERURI Teguh Arief Indratmoko mengatakan peluncuran fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan digital dan keamanan nasional. Menurutnya, kemampuan merancang chip secara mandiri akan membantu Indonesia melindungi data strategis sekaligus memperkuat posisi di industri semikonduktor global.
Dapat Diakses Mahasiswa hingga Startup
Platform berbasis peramban (browser) ini ditujukan bagi mahasiswa, peneliti, pelaku industri, hingga perusahaan rintisan (startup). Pengguna dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar, bereksperimen, melakukan simulasi, hingga mengembangkan purwarupa chip tanpa harus memiliki infrastruktur khusus.
PERURI menyebut penyediaan ruang uji coba ini bertujuan memangkas hambatan awal dalam mempelajari teknologi semikonduktor, sehingga lebih banyak talenta nasional dapat terlibat dalam pengembangan chip dalam negeri.
Dukung Ekosistem Semikonduktor Nasional
Peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dan sektor industri. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut fasilitas tersebut menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional yang berkelanjutan.
Dalam pengembangannya, sejumlah perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Telkom University, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), dan Politeknik Negeri Batam turut berkontribusi dalam penguatan riset dan pengembangan talenta semikonduktor Indonesia.
Ditargetkan Dukung Produk Strategis Nasional
Pemerintah berharap kemampuan desain chip nasional nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk strategis, seperti e-KTP, e-paspor, hingga e-SIM. Saat ini, purwarupa chip untuk paspor elektronik hasil kolaborasi PERURI dan ITB telah memasuki tahap uji keandalan akhir.
PERURI menilai pengembangan chip lokal tidak hanya meningkatkan keamanan dokumen negara, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor, mendorong efisiensi devisa, dan memperkuat daya saing Indonesia di industri semikonduktor global.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Bengkulu Terkini yang berfokus menyajikan konten berita yang informatif, menarik, dan terpercaya bagi pembaca digital di seluruh Indonesia.
