
Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam kondisi aman meskipun pemerintah belum menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram di tengah tekanan harga energi global.
Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya kekhawatiran publik terkait potensi membengkaknya subsidi energi akibat lonjakan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
DEN menilai pemerintah masih memiliki ruang fiskal untuk menjaga stabilitas harga energi bersubsidi demi melindungi daya beli masyarakat.
Menurut pengamat ekonomi energi, keputusan menahan kenaikan harga BBM dan LPG 3 kg memang dapat membantu menjaga inflasi dan konsumsi rumah tangga.
Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN apabila harga minyak global terus meningkat.
Kondisi geopolitik internasional dan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang mendorong volatilitas harga energi dunia dalam beberapa waktu terakhir.
Selain harga minyak, pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga dinilai memperbesar tekanan terhadap biaya impor energi Indonesia.
DEN menyebut pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasar energi global dan menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas fiskal nasional.
Pengamat fiskal menilai keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan kesehatan APBN menjadi tantangan utama pemerintah dalam mengelola kebijakan subsidi energi.
Meski demikian, pemerintah diharapkan tetap menjaga distribusi BBM dan LPG bersubsidi tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar diterima kelompok masyarakat yang membutuhkan.



