
Sejumlah saham yang berafiliasi dengan Grup Bakrie masuk dalam daftar emiten dengan penurunan terbesar atau top losers selama perdagangan 22–26 Juni 2026. Pelemahan tersebut terjadi di tengah tekanan yang melanda pasar saham nasional, seiring Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 4,55 persen dalam sepekan sehingga memicu aksi ambil untung pada sejumlah saham yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan.
Beberapa emiten yang tercatat mengalami koreksi tajam antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Keduanya menjadi bagian dari saham-saham yang mencatatkan penurunan terbesar selama sepekan setelah sebelumnya bergerak cukup agresif dalam beberapa bulan terakhir. Koreksi harga juga terjadi pada sejumlah saham lain yang masih berada dalam kelompok usaha Bakrie.
Tekanan terhadap saham-saham tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar yang sedang mengalami volatilitas tinggi. Pelemahan IHSG membuat investor cenderung mengurangi kepemilikan pada saham-saham yang sebelumnya telah mencatat kenaikan besar, terutama emiten dengan pergerakan harga yang relatif agresif. Kondisi ini memicu aksi realisasi keuntungan yang berdampak pada penurunan harga saham dalam waktu singkat.
Meski masuk daftar top losers pekan ini, sejumlah emiten Grup Bakrie masih menjadi perhatian investor karena fundamental bisnis dan prospek beberapa sektor yang digelutinya, terutama pertambangan mineral dan energi. BRMS, misalnya, sebelumnya sempat menjadi salah satu saham yang mencuri perhatian pasar berkat perkembangan proyek emas serta peningkatan kinerja operasional perusahaan.
Analis menilai koreksi harga saham merupakan hal yang wajar setelah periode penguatan yang cukup tinggi. Pergerakan saham sangat dipengaruhi sentimen pasar, kondisi makroekonomi, serta dinamika permintaan dan penawaran di bursa. Oleh karena itu, investor diimbau tidak hanya berfokus pada fluktuasi harga jangka pendek, tetapi juga memperhatikan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan volatilitas pasar yang masih tinggi, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati berbagai sentimen, mulai dari perkembangan ekonomi global, arus dana asing, hingga laporan kinerja emiten. Faktor-faktor tersebut diyakini akan menjadi penentu arah pergerakan saham-saham domestik, termasuk emiten yang tergabung dalam Grup Bakrie, pada pekan-pekan berikutnya.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Bengkulu Terkini yang berfokus menyajikan konten berita yang informatif, menarik, dan terpercaya bagi pembaca digital di seluruh Indonesia.



