RANS Entertainment Bidik Dana IPO Rp429 Miliar, Siapkan Cipungland hingga Bisnis AI

RANS Entertainment Bidik Dana IPO Rp429 Miliar, Siapkan Cipungland hingga Bisnis AI
Ilustrasi. Foto: RANS Entertainment Bidik Dana IPO Rp429 Miliar, Siapkan Cipungland hingga Bisnis AI

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan media dan hiburan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, resmi memulai proses penawaran umum perdana saham (IPO). Melalui aksi korporasi ini, perseroan membidik dana segar hingga Rp429,25 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis di berbagai sektor, mulai dari wahana edukasi anak hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan prospektus awal, RANS menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau sekitar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Perseroan menetapkan harga penawaran awal di kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham. Dengan rentang harga tersebut, dana yang berpotensi dihimpun berkisar antara Rp340,87 miliar hingga Rp429,25 miliar.

Dana hasil IPO akan dialokasikan ke sejumlah agenda strategis. Salah satu proyek yang mendapat porsi pendanaan cukup besar adalah pengembangan Cipungland, wahana bermain dan belajar anak yang terinspirasi dari sosok Rayyanza Malik Ahmad atau yang akrab disapa Cipung. Perseroan menyiapkan sekitar 18,64 persen dana IPO untuk pembangunan dan ekspansi proyek tersebut.

Selain itu, RANS juga mengalokasikan sebagian dana untuk memperkuat lini bisnis teknologi. Sekitar 8,15 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk membentuk entitas usaha baru yang fokus pada pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi. Langkah ini menandai upaya diversifikasi bisnis RANS di luar sektor hiburan konvensional.

Perseroan juga berencana menggunakan dana IPO untuk mendukung operasional penyelenggaraan konser musik dan berbagai kegiatan hiburan berskala besar. Porsi terbesar dana, sekitar 37,61 persen, akan diarahkan untuk kebutuhan operasional tersebut guna memperluas ekosistem bisnis hiburan yang selama ini menjadi kekuatan utama perusahaan.

Tak hanya untuk ekspansi, sebagian dana juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. Sekitar 6,98 persen dana IPO disiapkan untuk pelunasan lebih awal pokok utang kepada Bank Negara Indonesia (BNI). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan setelah resmi menjadi emiten publik.

RANS saat ini bergerak dalam berbagai bidang usaha yang saling terintegrasi, mulai dari produksi konten digital, manajemen talenta, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan acara, hingga berbagai bisnis pendukung lainnya. Model bisnis tersebut menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan kepada calon investor.

Masa penawaran awal atau bookbuilding berlangsung pada 23-25 Juni 2026. Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal dan memperoleh persetujuan regulator, saham berkode RANS dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli mendatang. IPO ini menjadi salah satu aksi korporasi yang paling mendapat perhatian pasar karena melibatkan salah satu grup media dan hiburan terbesar yang dibangun oleh figur publik ternama Indonesia.

Website |  + posts

Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Bengkulu Terkini yang berfokus menyajikan konten berita yang informatif, menarik, dan terpercaya bagi pembaca digital di seluruh Indonesia.