
Pimpinan Komisi I DPR Desak Evaluasi Pengamanan Papua Usai Pilot Tewas Ditembak

Pimpinan Komisi I DPR RI meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di wilayah Papua menyusul insiden penembakan yang menewaskan dua pilot pesawat sipil. Peristiwa tersebut dinilai menjadi peringatan serius bahwa perlindungan terhadap penerbangan perintis dan fasilitas transportasi di daerah rawan konflik perlu diperkuat.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai langkah evaluasi tidak hanya mencakup aspek pengamanan bandara, tetapi juga prosedur operasional penerbangan, pengawalan pesawat, hingga koordinasi antarinstansi yang bertugas menjaga keamanan di Papua. Menurutnya, keselamatan awak pesawat dan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas penerbangan di kawasan tersebut.
Ia menegaskan pemerintah perlu memastikan adanya sistem mitigasi risiko yang lebih efektif, terutama bagi penerbangan yang melayani wilayah pedalaman. Jalur udara menjadi sarana transportasi vital bagi distribusi logistik, layanan kesehatan, pendidikan, dan mobilitas masyarakat sehingga keamanan operasional harus dijamin secara maksimal.
Insiden penembakan terjadi ketika pesawat sipil sedang menjalankan misi penerbangan di Papua. Serangan tersebut mengakibatkan dua pilot meninggal dunia dan kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan di wilayah yang selama ini kerap menghadapi gangguan dari kelompok bersenjata.
Komisi I DPR mendorong aparat keamanan meningkatkan langkah antisipasi, termasuk memperkuat pengamanan di bandara-bandara strategis, jalur penerbangan perintis, serta daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Evaluasi juga dinilai perlu melibatkan pemerintah daerah, operator penerbangan, dan instansi terkait agar setiap potensi ancaman dapat diidentifikasi sejak dini.
Selain penguatan pengamanan, DPR meminta pemerintah memastikan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat Papua tetap berjalan. Penerbangan perintis memiliki peran penting dalam menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat sehingga keberlangsungan operasionalnya perlu dijaga tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
Komisi I berharap hasil evaluasi dapat menghasilkan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang. Menurut DPR, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta operator penerbangan menjadi kunci dalam memperkuat sistem keamanan sekaligus menjamin kelancaran pelayanan transportasi udara di Papua, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Jessie Evelyn Kartadjaja adalah penulis dan kontributor di Bengkulu Terkini yang berfokus menyajikan konten berita yang informatif, menarik, dan terpercaya bagi pembaca digital di seluruh Indonesia.