Rupiah Tertekan, Dolar AS Nyaris Rp18.000 dan Dolar Singapura Sentuh Rp14.000

Rupiah Tertekan, Dolar AS Nyaris Rp18.000 dan Dolar Singapura Sentuh Rp14.000 - BengkuluTerkini.com
Rupiah Tertekan, Dolar AS Nyaris Rp18.000 dan Dolar Singapura Sentuh Rp14.000 - BengkuluTerkini.com

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah dolar Amerika Serikat sempat menyentuh level Rp17.900 dalam perdagangan pekan ini. Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap dolar Singapura yang sempat menembus kisaran Rp14.000 per dolar Singapura.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena mendekati level psikologis baru yang belum pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data perdagangan, dolar AS sempat bergerak di rentang Rp17.772 hingga Rp17.995 sebelum kembali mengalami fluktuasi.

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS masih didorong ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik internasional. Sementara di dalam negeri, kebutuhan dolar untuk pembayaran impor, utang luar negeri, dan repatriasi dividen dinilai masih cukup tinggi. 

Sejumlah analis menilai pelemahan rupiah juga berdampak terhadap sentimen pasar keuangan nasional. Investor cenderung lebih berhati-hati karena pergerakan nilai tukar berpotensi memengaruhi biaya produksi, harga impor, hingga arus investasi asing ke Indonesia. 

Bank Indonesia sebelumnya menyatakan terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi pasar valuta asing dan penguatan instrumen moneter. Otoritas juga memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga meski menghadapi tekanan global.

Pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura turut menjadi sorotan karena menunjukkan tekanan tidak hanya datang dari mata uang utama dunia, tetapi juga dari mata uang regional yang memiliki hubungan erat dengan aktivitas perdagangan dan investasi Indonesia. 

Pasar kini menunggu perkembangan kebijakan The Federal Reserve serta langkah lanjutan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.

Website |  + posts